Print

Festival Saprahan Tingkat Kota Pontianak tahun 2015

Bagikan posting

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Warga Melayu di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat memiliki tradisi makan bersama yang khas yaitu saprahan. Tradisi ini tetap dijaga oleh masyarakat hingga kini. Tradisi saprahan memiliki arti duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

 

Untuk selalu menjaga dan melestarikan tradisi saprahan, Tim Penggerak PKK Kota Pontianak bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pontianak menggelar Festival Saprahan se-Kota Pontianak yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Pontianak yang ke – 244 tahun dan diikuti oleh seluruh Tim Penggerak PKK Kecamatan dan kelurahan yang ada di Pontianak. "Budaya makan saprahan ini harus terus dijaga agar tidak dilupakan dan harus dilestarikan," ungkap Walikota Pontianak, Sutarmidji usai memberi sambutan dalam Festival Saprahan di Pontianak Convention Center (PCC), Kamis (1/10/2015). Sutarmidji juga menilai, Festival Saprahan ini sebagai wadah dalam melestarikan budaya melayu. Dalam budaya makan saprahan terkandung nilai-nilai filosofi yakni adanya kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Penyajian makanan dengan cara saprahan juga sebagai salah satu pendidikan etika. “Sehingga anak-anak sejak dini bisa belajar sopan santun yang ada pada adat saprahan,” ujarnya. Filosofi yang terkandung dalam makan bersaprah ini dinilainya bagus bagi semua orang. Dengan makan saprahan ini tergambar nilai kegotong-royongan antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, sajian yang dihidangkan juga terdiri dari berbagai jenis kuliner khas melayu. Sutarmidji berharap, kreasi atau inovasi dari pengembangan kuliner tradisional maupun budaya-budaya yang terikat dengan kuliner ini bisa terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga menarik untuk dijadikan salah satu obyek pariwisata di Kota Pontianak. “Mudah-mudahan Festival Saprahan ini bisa digelar untuk tingkat Kalbar sehingga daerah-daerah lain boleh mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Hj. Lismaryani Sutarmidji mengatakan, banyak keistimewaan makna yang terkandung dalam makan bersaprah. Melalui makan bersaprah ini terlihat sebuah kesederhanaan yang tercipta dengan duduk secara bersama-sama di lantai dengan lauk dan pauk yang menarik. “Setiap orang dengan berbagai macam latar belakang, dengan makanan yang sama. Tidak ada perbedaan antara satu dengan lainnya,” tuturnya. Makan dengan cara bersaprah ini juga bisa menjalin kebersamaan dan kekeluargaan yang merupakan modal penting untuk menjaga tetap saling mengenal satu dengan lainnya. “Silaturrahmi semakin baik akan membangun rasa persatuan dan kesatuan,” ujar Lismaryani sambil membuka dengan resmi acara Festival Saprahan Tingkat Kota Pontianak tahun 2015 ini.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dra. Hj. Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono, MM, M.Sc, Apt menjelaskan, Festival Saprahan ini merupakan kedua kalinya digelar TP-PKK Kota Pontianak bekerja sama dengan Pemkot Pontianak. Ia berharap kegiatan ini rutin digelar dan dengan unsur masyarakat yang lebih banyak lagi. “Peserta Festival Saprahan tahun ini berjumlah 18 kelompok mewakili enam kecamatan se-Kota Pontianak,” terangnya. Wakil Ketua TP-PKK Kota Pontianak ini menambahkan, festival ini menampilkan penyajian makanan dengan berbagai menu khas melayu beserta tata cara penyajiannya. Adapun kriteria penilaiannya yakni tata cara menata kain saprahan dan kelengkapannya, kebersihan dan keamanan hidangan yang disajikan, menu makanan yang disajikan, wadah yang digunakan untuk hidangan dan kreatifitas masing-masing peserta dalam penyajian menu hidangan. Adapun pemenang Festival Saprahan Tingkat Kota Pontianak Tahun 2015 berhasil diraih secara berturut-turut oleh TP PKK Kecamatan Pontianak Timur dan TP PKK Kecamatan Pontianak Barat.