Print

Sosialisasi Pentingnya Pola Asuh Anak di era Digital

Bagikan posting

Submit to DeliciousSubmit to DiggSubmit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to StumbleuponSubmit to TechnoratiSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Pokja II Tim Penggerak PKK Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pentingnya Pola Asuh Anak pada Era Digital yang dilaksanakan pada Hari Sabtu 19/3 2016 yang bertempat di Aula Rumah Dinas Walikota Pontianak,

Perkembangan teknologi informasi berpengaruh besar pada pembentukan karakter anak. Pada era digital, anak semakin rentan dipengaruhi hal-hal negatif. Orang tua sudah seharusnya mengubah pola asuh mereka. Narasumber dari BPMPAKB Kota Pontianak, Dra. Rusliah  mengatakan, seiring berkembangnya zaman, pola asuh orang tua yang menekankan cara-cara tradisional bisasaja tidakrelevan lagi. ”Harus diingat bahwa karakter anak ditentukan oleh peran pendidikan, asupan gizi, teknologi, dan pola pengasuhan,” ujar Rusliah dalam acara sosialisasi ini.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Kasubbid Keluarga Sejahtera BPMPAKB tersebut menuturkan, menyesuaikan pola asuh anak dengan perkembangan zaman penting agar karakter anak tetap terbentuk baik serta kuat dan mampu menghadapi era digital. ”Apa pun yang kita lakukan terhadap anak kita akan membentuk mereka,” katanya. Rusliah melanjutkan, pola asuh tradisional dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya memerintah, mengancam, menceramahi, menginterogasi, mengecap, dan membanding-bandingkan.

Selain itu menghakimi, menyalahkan, mendiagnosis, menyindir, dan membohongi. ”Ini menyebabkan anak berjiwa kosong. Jika sudah begini, anakanak kita akan mudah terpengaruh,” sebutnya. Dia menekankan bahwa mengasuh anak dengan cara berdiskusi dan lembut akan lebih mudah diterima dibandingkan dengan pola asuh tradisional. Paling penting, membekali ilmu keagamaan kepada anak. Peran orang tua sangat penting dalam menghadapi era digital. Orang tua perlu terus-menerus mengamati perkembangan zaman untuk disesuaikan dengan pola pengasuhan generasi penerus mereka.

Penguatan karakter, menurut Rusliah, sangat penting bagi anak. Di era digital, banyak sekali sumber informasi di mana anak-anak belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Di sinilah peran orang tua untuk menyaring serta menuntun anak agar menyerap informasi yang benar dan bermanfaat. ”Anak itu harus punya dua hal. Pertama , soal iman bukan hanya percaya tapi juga cinta. Kedua, ilmu,” ujar Rusliah

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Hj. Lismaryani Sutarmidji mengapresiasi penyelenggaraan acara ini. Menurut dia, dengan masuk ke sekolah-sekolah, pendidik dan orang tua bisa memahami dan mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi dan bagaimana menyikapinya. ”Apalagi kita tidak bisa mengawasi anak 24 jam sehingga dengan akhlak, anak-anak kita bisa mempunyai perlindungan dan benteng. Mereka paling tidak punya kesadaran,” katanya.

Menurut Lismaryani, acara ini sejalan dengan misi Pokja II TP PKK Kota Pontianak, yakni mencetak generasi anak bangsa yang unggul, kompetitif, dan qurani. Anak-anak selain pintar di keilmuan harus juga mempunyai benteng tersendiri di era globalisasi, Pungkasnya.